IBX5820939B7836E

Pesona Pengasapan Kaliasin Semarang

Published by Fiandigital ™

Mangut atau Iwak Manyung. Saya kira teman-teman pecinta kuliner di Semarang familiar dengan lauk sedap ini. Biasanya dimasak dengan bumbu pedas, salah satu masakan khas mangut / manyung ini bisa ditemui Warung Bu Fat di daerah Kelurahan Krobokan, Semarang Barat dan satu lagi langganan saya di daerah Sampangan tepatnya di sebelah kantor kelurahan atau seberangnya Sate Widodo, warung ini punya cabang di Jl Kiai Saleh kalau tidak salah.

Nah, tahu tidak ikan yang dimasak khas ini pengolahan pertamanya dimana?

Pengasapan Kali Asin, Bandarharjo Semarang Utara

dieng 1dtDi tempat yang berdampingan dengan sungai yang kadang masih kena rob inilah berbagai tahap proses pengasapan ikan dilakukan.  Ditandai dengan kepulan-kepulan asap yang tampak dari cerobong-cerobong rumah bambu dengan bentuk yang cukup eksotis ini menandakan pengasapan mangut sedang berjalan.

Saya bertemu dengan ibu fitri, serta ibu jaitun yang sibuk membalik ikan yang sudah cukup matang di tempat pengasapan yang terbuat dari rangkaian kawat. Dengan sedikit obrolan sebelum memotret, ibu fitri menjelaskan bahwa yang diproduksi di pengasapan ini  tidak hanya ikan tongkol dan manyung saja yang bisa diolah menjadi mangut, ikan patin, ikan tuna, dan ikan pari juga diolah di sini.  Dalam sehari produksi mangut kalau ramai bisa mencapai 8 kwintal. Harga satuannya sih cukup seribu saja, tapi kalau per kilo sekitar 30 ribu rupiah. Kalau untuk kepala manyung ya lebih mahal lagi hehe.

Proses Pengasapan Ikan di rumah cerobong asap

Proses Pengasapan Ikan di rumah cerobong asap

Nah, mangut yang telah diasapi ini di sebar ke pemesan, dengan menggunakan motor bak belakang dan motor becak semua pesanan diantar ke daerah pasar dan warung di Semarang dan sekitarnya, juga kepada para pengecer tentunya.

Selain itu Kaliasin adalah salah satu tempat hunting foto yang cukup populer baik dari dalam maupun dari luar Semarang. Banyak para fotografer sengaja datang ke Kaliasin untuk dapat mengabadikan indahnya landscape matahari terbenam diantara deretan rumah cerobong yang eksotis itu. Saya sempat memotret baik human interest maupun landscape di sana, menurut saya cukup eksotis. Saya pun ingin kembali memotret ketika nuansa sore yang indah dengan keemasan langit senja, karena saya belum mendapatkan yang benar-benar eksotis menurut saya.

Akses jalan di kawasan pengasapan ikan sudah dibenahi dan bebas rob

Akses jalan di kawasan pengasapan ikan sudah dibenahi dan bebas rob

Daerah ini terkenal karena rob nya, tapi keadaan ini sebentar lagi akan membaik. Terakhir minggu lalu saya kesana, jalan berikut talud di sekitar rumah pengasapan ini sudah dibenahi, tanah ditinggikan dipadatkan dan rencana akan dipaving dalam minggu-minggu ini.

Semoga dengan perbaikan tersebut, membuat akses dan pengelolaan mangut tradisional ini semakin berkembang, baik dari sisi pengolahan, pemesanan hingga    penjualan.

Nah, sebelum pulang, saya sempat memberikan foto yang saya cetak kepada ibu jaitun sebagai kenang-kenangan karena dulu pertama saya ke sini saya memotret beliau. Alhamdulilah diterima dengan senang hati. Indahnya berbagi ya hehehe..

 


Lihat Petunjuk Menuju Kawasan Kaliasin Semarang di peta yang lebih besar

Pesona Pengasapan Kaliasin Semarang
(100%) 3 likes

Share

6 Responses to “Pesona Pengasapan Kaliasin Semarang”

  1. Zaenuri Achmad April 17, 2013

    Kalau kesana lagi, salam buat para pengolah ikan asap disana ya

    ZaenuriAchmad.com

  2. novpras July 5, 2013

    kapan ngajak aku ndan….. ajari Landscape ma HI ya

  3. Jelena September 28, 2013

    boleh beri alamat dianma penuh dianma rumah makan ini, apakah ianya jauh dari Jalan Malioboro, tolong berikan informasi, kerna ibu sangat suka bangat dengan gerume bakarnya seperti yg ibu makan di Bandung baru2 ini.Trima kasih, tolong emailkan !!!>>> Lumayan jauh dari Malioboro, bu ada di jalan Parangtritis Kab. Bantul, dekat dengan desa Manding. Tapi sekarang sudah ada cabangnya di Jl. Hayam Wuruk dekat Stasiun Lempuyangan lebih dekat dari MAlioboro karena masih di dalam kota, hanya saja suasananya tidak seasyik yang di Jl. Parangtritis

  4. ittea kusuma April 14, 2014

    aku kapan iwk meh di ajak? trus diajari landscape n HI nan?

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.