IBX5820939B7836E

Punokawan Dalam Sebuah Organisasi

Published by Fiandigital ™

Gambar diambil dari: http://njowo.wikia.com/wiki/Punokawan

Merasakan kala susah dan bahagian dalam semua beban tanggung jawab merupakan bonus kerja keras semua tim. Maka baik korporate maupun komunitas dengan unit yang banyak adalah baik jika struktur pentingnya mengadopsi tokoh “PUNOKAWAN”.
Sebuah kolaborasi berbagai karakter yang mengindikasikan bermacam-macam peran, seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritisi sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan sebuah kebijakan.

SEMAR. Adalah pusat semua kepemimpinan punokawan. Dengan sifat rendah hati, tidak sombong, jujur, dan tetap mengasihi akan menjadi contoh karakter yang baik. Penuh kelebihan tetapi tidak lupa diri karena kelebihan yang dimiliki. Selalu mendampingi saat melangkah demi realisasinya visi misi.

GARENG. Dengan tangan yang cacat, kaki yang pincang, mata yg juling, melambangkan cipta berikut karakternya yang lucu, konyol dan selalu happy. Menjadi contoh bahwa saat menciptakan sesuatu, dan tidak sempurna, kita tidak boleh menyerah. Bagaimanapun kita sudah berusaha. Apapun hasilnya, tetaplah bersyukur supaya ceria dan pasrahkan segalanya padaNya.

PETRUK. Sebuah karakter dengan pemikiran panjang. Dalam menjalani hidup manusia harus berpikir panjang (tidak grusa-grusu) dan sabar. Bila tidak berpikir panjang, biasanya akan mengalami penyesalan di akhir. Sosok yang melengkapi sifat gareng dengan roso.. kepekaan dan kecerdasan yang mejadikan struktur punokawan semakin sempurna.

BAGONG. Inilah manusia yang sesungguhnya. walau petruk lengkap dengan keindahan dan kesempurnaan, tapi bagong lah yang dianggap sebagai manusia utuh. karena dia memiliki kekurangan. Jadi manusia yang sejati adalah manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. jadi jangan takut atau malu karena kekurangan kita. karena kekurangan itulah yang menjadikan kita manusia seutuhnya.yang perlu kita pikirkan sekarang adalah, bagaimana meminimalkan kekurangan kita, dan memaksimalkan kelebihan kita. karena bagaimanapun kekurangan dan kelebihan itu tidak bisa kita buang atau kita hilangkan.

Begitulah kira-kira apa yang secara kultur budaya sudah mengajarkan kita bagaimana seharusnya bersikap dalam sebuah lingkungan baik kecil maupun besar. Tidak lain adalah saling berbagi sekaligus mendukung antar peran dalam menjalani kehidupan khususnya dalam hal berorganisasi.

Punokawan Dalam Sebuah Organisasi
(100%) 2 likes

Share

No Response to “Punokawan Dalam Sebuah Organisasi”

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.