Kejutan di Setiap Hunting Foto Landscape

Sindoro-Sumbing Mountain
Sindoro-Sumbing Mountain

Pesona Embung Tlogo Pucang

Embung, iya embung, bukan diambung (baca: dicium ; dari bahasa jawa) begitulah warga sekitar menyebut  tempat air buatan untuk mengairi lahan tanam sekitar persawahan, mirip danau kecil sih sebenernya. Saat ini embung ini  sudah menampung air hujan setinggi 3-4 meter sesuai desain awal dibangun 2011, karena air tampungan ini diharapkan bisa memenuhi  kebutuhan lahan tani seluas 20 hektar. Dan info yang saya dapat, proyek ini dilaksanakan oleh Yayasan Obor Tani Semarang serta masyarakat Tlogopucang yang dibantu oleh Bank Jateng dan menelan biaya sekitar 1,2 Miliar.
Keberadaan embung ini sedikit mengusik insting fotografi saya. Berawal dari postingan agenda hunting di grup facebook fotografi KOFORTE yang kebetulan ada beberapa teman saya juga di sana. Awalnya kurang tertarik karena ajakannya memotret milky way / galaksi bima sakti sedangkan cuacanya kok rasanya kurang mendukung dan saya kayaknya belum tentu pas libur kerja. Nah sambil sedikit memantau akhirnya dapat info secara geografis bahwa daerah tersebut ada danau buatan atau penampung air besar yang disebut embung ini sekaligus pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Prau.
Saat itu saya berfikir bahwa hal ini cukup menarik, setidaknya info lokasi baru buat saya daripada galaksi bima saktinya (milky way) walau saya sampai saat ini belum mendapatkan foto milky way yang cukup cantik. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut hunting koforte.
Hujan yang cukup deras tiba-tiba mengguyur mencoba menghadang perjalanan kali ini. Sepanjang rute yang saya lewati yaitu Ungaran – Bandungan – Sumowono – Kaloran – Temanggung diguyur hujan yang sangat lebat. Hingga akhirnya saya bertemu rekan-rekan koforte di Temanggung dan melanjutkan perjalanan menuju lokasi Embung tepatnya di Desa Tlogopucang Kec. Kandangan – Temanggung.
Sekitar pukul 18.00 wib rombongan tiba di halaman SDN 1 Tlogopucang. Di sinilah kami menginap dan menanti gugusan bintang milky way, tapi cuaca saat itu kurang mendukung. Hujan lebat masih belum reda yang akhirnya rombongan langsung menyantap makan malam sederhana namun luwar biyasa kebersamaannya ditemani menu pete bakar, ikan nila goreng dari kang benk-benk serta ublekan bumbu super dari tangan dik Keke yang cukup seru, mahasiswi Undip yang selalu tabah dan keep fun dibuly karena peserta cewek sendiri dan tangan kekar tetua rombongan koforte pakdhe Khamin.

Persami
Persami

Tak terasa hampir sepertiga malam langit masih belum menampakkan keindahannya, rombongan hanya bisa menanti cuaca membaik dengan main kartu, catur dan beberapa menyalakan api unggun sambil kurang kerjaan jalan memutari embung yang luasanya ratusan meter ini. Tapi cukup seru dan suasananya jadi bukan seperti hunting foto melainkan PERSAMI (Perkemahan Sabtu Malam Minggu) yang tidak sengaja atau sengaja sesuai nama huntingnya PERSAMI, hingga saya berfikir, ahhhh ini hanya alibi mereka saja, asline cen kemah kok iki, dudu hunting foto hahaha… begitu juga kata pakdhe Khamin.
Akhirnya saya tertidur hingga pukul 06.00 pagi, saat terbangun dan menengok jendela langit pun masih berawan hitam. Ah mau tidur lagi tapi kok rekan-rekan kayaknya sudah pada packing. Saya keluar ruangan dan melihat ada pelangi. Tanpa ba-bi-bu tanpo raup opo meneh adus, langsung saja memotret tanpa ampun…
Alhamdulilah, dapat bonus kejutan pelangi, salah satu kejutan alam yang selalu didapat setiap kali hunting landscape, adaaa saja kejutannya entah itu cuaca, perubahan lokasi dan yang paling cocok adalah kejutan kulinernya hihihi… Jadi berangkat hunting foto jangan kuatirkan cuaca kalau memang tidak ekstrem. Dan yang pasti moment tak mungkin terulang dan tergantikan…

The Rainbow Sindoro-Sumbing Mountain
The Rainbow Sindoro-Sumbing Mountain

Yah begitulah…, tapi memang cukup menarik lokasinya, selain mendapatkan panorama pengunungan bonus refleksi dari air embung ini, para pecinta landscape pasti menjadikan favorit place atau bahkan hidden spot karena eman-eman jika diberitahukan ke yang lain (ngomong wae pelit wekekeke).
Tidak usah khawatir hasil foto landscapemu banyak yang meniru, karena tidak ada foto landscape yang sama persis 100% di lokasi yang sama bahkan dari sudut pengambilan yang sama sekalipun. Maka berbagilah info lokasi foto yang menarik sesama pecinta landscape, karena apa yang sebenarnya kau sembunyikan itu bukanlah apa-apa kecuali secuil ego.
Selain landscape pastinya banyak human interest karena di daerah pertanian, milkyway, sunset, atau bisa saja bermain steel wool juga pasti ciamik, cukup oke untuk sedikit-sedikit melengkapi dan menghiasi gallery foto baik cetak maupun online atau mungkin stok lomba foto juga boleh.
Terima kasih buat rekan-rekan koforte terutama buat mas Talifun sebagai tuan rumah di Desa Tlogo Pucang ini yang juga menunjukkan jalan tembus saya pulang ke Ungaran membelah hutan dan perkampungan kecil hingga akhirnya saya sampai rumah hanya menempuh waktu 1,5 Jam itu pun mampir dulu buat beli oleh-oleh susu kedelai dan tahu Bandungan untuk istri yang selalu mensuport kegiatan fotografi saya walau rada piye ngono nek pas wayae suamine lagi nglayap lali omah wekekekeke…
Buat temen-temen yang mau kesini jangan lupa hargai alam dan kehidupan sekitar. Minimal buanglah sampah pada tempatnya.
See you, koforte… and See you again Embung Tlogo Pucang  sekalian menengok ke Embung di daerah Kledung Pas, Temanggung arah Wonosobo yang menurut desas-desus juga mempunyai keindahan dan refleksi yang tak kalah dari Tlogo Pucang.
Salam #Mbolang

loading...
Share this:

13 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *