Diskriminasi Hukum di Indonesia

Warga net tentu masih ingat kisah yang dialami Nenek Asyani umur 63 tahun yang mencuri kayu di Situbondo Jawa Timur menangis mohon ampunan saat divonis hukuman penjara oleh pengadilan. Saat itu benar-benar menggambarkan pepatah yang populer di masyarakat, bahwa hukum di negeri ini tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Kini terjadi (lagi dan lagi) pergeseran moral pada perlakuan hukum di indonesia. Kisah guru pembina pramuka yang apes mengakibatkan anak didiknya tewas terseret banjir di Sungai Sempor Sleman saat kegiatan pramuka jadi sorotan publik akhir-akhir ini. Sembilan puluh persen warganet membully pembina karena tak punya nurani membiarkan anak didiknya diintai buaya.. eh.. bahaya di sungai. Tapi hukum tetap harus ditegakkan sesuai undang undang karena lalai yang menghilangkan nyawa.

Guru pembina tersebut dipolisikan. Tanpa menghilangkan rasa hormat pada pahlawan tanpa tanda jasa ini beliau tampak tersorot kamera semua lini media. Mereka digunduli, nyokor tanpa alas kaki, dipermak layaknya kriminalitas level bawah. Seperti halnya pembunuh, begal, pencuri, beliau-beliau ini diarak menuju ruang konfrensi press kepolisian. Dengan berbalut rasa bersalah dan duka mereka diintrogasi media dengan tajam layaknya pembunuh sadis. Sungguh kelalaian berbuah pahit dan hukum seolah mengikuti arus netizen tanpa nurani. Apakah kalian percaya mereka digunduli dan nyokor atas permintaan sendiri? Atau apakah semua itu sesuai protap? Allahualam, semoga adek-adek korban susur sungai tenang di sisiNya.

Mari sedikit geser pada kriminalitas level institusi.. korupsi misalnya.. mereka diarak namun pede melambaikan tangan dan penuh senyum seolah masih punya harga diri… beberapa masih tetap berdasi.. kamar tahanannya pun penuh sensasi.. satu hal.. sampai detik ini tidak ada dari koruptor-koruptor ini yang dibotaki.. justru banyak dari mereka sengaja tampil berpeci…dan sebagian koruptor masih bisa berlenggang piknik ke luar negeri

Terkadang hukum negeri ini memang sungguh tak berhati. Namun sangat berpiti.

#IkiDuduSajakDuduPuisi #IkiDiskriminasiHukum

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *