Menyusuri Hutan Mangrove Morosari

Seperti menyusuri Sungai Amazon hehehe...
Seperti menyusuri Sungai Amazon hehehe…

Pesona Menyusuri Sungai Hutan Mangrove

Hutan mangrove, salah satu tujuan menarik juga bagi saya hehe. Menyusuri sungai seolah seperti di sungai Amazon sana wekekekeke..

Wisata Mangrove Morosari yang terletak di Sayung, Demak, Jawa Tengah ini cukup ok walau belum maksimal karena baru dibangun dan resmi dibuka tahun 2014 ini. Segala Sarana dan prasarana dari awal mulai akses jalan menuju ke lokasi ini memang belum maksimal digarap oleh pemerintah setempat. Namun lokasi hutan mangrovenya sendiri sudah oke.

Suasana di dalam hutan mangrove
Suasana di dalam hutan mangrove

Bagi yang tertarik ke sini saya sarankan datang pukul 6 pagi, karena semakin siang air laut pasang dan kapal atau prau tak bisa melewati kawasan hutan dengan maksimal. Padahal kalau bisa menyusuri semua kita disajikan pemandangan hutan yang indah.

Tak cuman itu, lokasi ini dulunya adalah perkampungan, dan masih ada sisa bangunan bahkan ada keluarga yang bertahan tinggal di kawasan ini.

Salah satu Masjid yang tertinggal di kawasan hutan mangrove
Salah satu Masjid yang tertinggal di kawasan hutan mangrove

Di kawasan ini kita masih banyak menemukan spesies burung Blekok Sawah, ibarat studio foto ini adalah studio birding yang cukup luas hehe. Bagi pecinta birding saya yakin tak kecewa jika melakukan susur sungai di kawasan ini.

Ada ikan unik juga yang hidup di lumpur hutan mangrove, kata ilmuan ikan ini penghuni tetap kawasan mangrove, kalau penduduk sekitar menyebutnya Ikan Blodog atau nama ilmiahnya Boleophthalmus boddarti, unik karena kadang loncat kayak kodok hehe.

Pemandangan Landscape Morosari
Pemandangan Landscape Morosari

Perjalanan pulang pun punya cerita sendiri di kawasan ini, salah satunya karena air sudah pasang atau surut, kalau pas apes ya kapal kita kandas terjebak di tengah hahahaha, tapi jangan kuatir perahu sewaan sudah hapal jalurnya makanya jangan kesiangan kalau ngetrip di sini, dan biasanya prahu akan membawa kita ke tengah laut yang biasa dijadikan nelayan untuk mencari ikan atau sekedar tempat mancing warga sekitar. Karena air surut kadang dijadikan lokasi berenang anak-anak warga sekitar.

Anak-anak warga sekitar bermain saat air surut.
Anak-anak warga sekitar bermain saat air surut.

Eh iya, walau di tengah laut, lokasi ini juga terdapat sebuah makam ulama besar. Kiai Mudzakir atau Syech Mudzakir. Ceritanya beliau ini adalah pejuang kemerdekaan dan ulama besar di jamannya yakni antara 1900 sampai 1960 an, tanah kelahirannya dari desa Wringin Jajar kecamatan Mranggen, karena demi tuntutan Agama dan perjuangan maka syech Mudzakir menetap nengembangkan ajaran Islam dipesisir pantai Sayung Demak.

Makam ulama
Makam Kiai Mudzakir atau Syech Mudzakir yang terletak di tengah laut.

 

So, selain pesona hutan mangrove tempat ini cukup asyik bagi temen-temen yang suka wisata alam.

Untuk tarifnya juga cukup murah, hanya 100 ribu/trip/kapal untuk 12 orang. Hehehe bukan promosi lho.. cuman informasi :p

_______________________________________________________________

dieng 2d1n  dieng 1dt

 

Tubing Ekstrim Sungai Galeh, Temanggung

Tubing di Sungai Galeh Temanggung
Tubing di Sungai Galeh Temanggung

Tubing Trip, Cocok Untuk Melepas Penat

Tubing, ya sensasi single rafting trip ini adalah menyusuri aliran sungai menggunakan ban karet. Sebuah tantangan baru untuk saya karena tubing kali ini di aliran Sungai Galeh yang merupakan aliran air dari Gunung Sumbing dan pertemuan Sungai Progo.

Kompak Bersama
Kompak Bersama

Medannya cukup lumayan menguras tenaga karena banyak batu, beberapa hol sedalam 1-3 meter, dan beberapa bertemu medan dangkal yang mengharuskan kita untuk berjalan saja. Mungkin karena berat badan saya agak berat jadi ban masih kurang mampu menahan dan ga bisa terseret air hahaha. Tapi dengan jalur tubing kurang lebih 10Km menurut saya ini cukup fantastis.

Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung

Ekstrem sekali sih tidak ya, hanya karena jalurnya banyak batu-batu sungai yang besar, kelokan yang tiba-tiba bertemu dengan hol air yang padahal tidak dalam tapi cukup membuat kaget bagi yang belum pernah, saya pun merasakan bagaimana tercebur di hol kedalamam air hingga posisi saya terbalik tenggelam, padahal setelah sadar dan bisa berdiri ternyata airnya cuman setinggi perut wekekekekeke…

Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung

Dibalut suasana sekitar yang cukup teduh sunyi dan hanya suara canda tawa peserta tubing menjadikan nuansa alam ini tak tertandingi. Sesekali bertemu warga sekitar yang sedang memanen sayur kenci yang ditanam di pinggiran sungai, sayur ini juga favorit saya hehe.

Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung

Lokasi ini memang belum resmi di buka untuk wisata tubing, karena baru beberapa kali saja saya serta rekan Djokorekso Community yang sekaligus pengelola Wisata Alam Posong ini mencoba aliran sungai ini untuk tubing, dan menurut saya jauh diluar dugaan, sangat rekomended buat yang suka wisata tubing extrem ini. Dan saya sangat beruntung diajak untuk mencoba wisata yang tergolong baru di Temanggung ini.

Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung

Karena ini wisata air di aliran sungai besar, jika dalam musim penghujan maka pengelola akan melihat dulu apakah aman untuk tubing, selama aliran sungai aman wisata ini bisa kita nikmati. Dan jangan kawatir karena pengelola memang sudah dibekali syarat keamanan wisata alam yang sudah diakui. Peserta juga dibekali pelampung dan ada rekan pengelola yang khusus memantau aliran air dari atas sungai. Jadi aman untuk semua.

Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung dengan kedalaman hol 3 meter.
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung dengan kedalaman hol 3 meter.
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung
Tubing Ekstrem di Sungai Galeh Temanggung

 

Jika tertarik wisata ini bisa menghubungi saya untuk harga paket dan informasi lengkapnya di 081-228-19-888-7.

Atau langsung ke informasi http://www.posong-indonesia.com/ jangan lupa sebut nama saya, siapa tahu anda mendapatkan diskon hihihi.

Mengintip Sunrise di Wisata Alam Posong

Sunrise Posong
Sunrise Posong

Keindahan Wisata Alam di Temanggung

dieng 2d1nAkhirnya piknik lagi hehe. Kali ini saya mencoba ke suatu tempat datarang tinggi di Jawa Tengah yang tak jauh dari Kota Semarang, Jogjakarta atau dari Wonosobo.

Wisata Alam Posong, wisata yang berkonsep alam ini terletak di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung. Konsep alam yang ditawarkan disini adalah hamparan pemandangan sunrise yang menakjubkan dan pemandangan 7 puncak gunung di Jawa Tengah. Suguhan Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran dan Gunung Muria terlihat dari kejauhan. Dengan latar belakang kita adalah Gunung Sindoro yang nampak jelas dan gagah, sebagai lereng dimana tempat letak obyek wisata alam ini.

Kebetulan sekitar 2010 lalu ketika saya ada tugas kantor di wiliayah Temanggunu ini, saya sudah pernah ke Posong bersama Mas Zuni rekan dari Djogoreso (sebuah komunitas pecinta alam di lereng sindoro-sumbing) yang ternyata berhasil mengelola Posong ini hingga sekarang. Dahulu wisata alam posong hanya hamparan tanah kosong milik para petani tembakau.

 

Spot Sunrise Posong

Saat ini Posong adalah alternatif tujuan wisata alam yang cukup indah, tak kalah dengan pesona kawasan wisata dieng, selain pemandangan sunrise juga ada campsite yang disediakan khusus pengunjung yang ingin berkemah di posong.

Lokasi wisata ini sudah komplit dengan segala fasilitasnya, mulai gasebo untuk bersantai ria, mushola, kamar mandi, warung sederhana yang menyediakan kopi atau teh panas serta snack ringan untuk menemani kesejukan alam sekitar. Jadi jangan kuatir lapar dahaga. Khusus pengunjung rombongan yang mengambil paket wisata posong akan disediakan menu dan tempat khusus yang menurut saya cukup mantab jaya hehe.

Landscape Posong
Landscape Posong

dieng 1dtAkses ke Posong ini juga tidak sulit, saya dari Semarang cukup mengikuti jalur normal atau alternatif menuju Temanggung, kemudian lurus ambil arah Wonosobo. Setelah anda sampai di Desa Tlabab atau sekitar 2 Km sebelum Rest Area Kledung Pass. Di kiri jalan ada papan petunjuk unik menunjuk ke arah Posong. Kemudian masuk ke pintu gerbang Wisata Alam Posong dengan harga tiket masuk 4.000 dan parkir 2.000 (harga sewaktu-waktu bisa berubah).

Dari pintu masuk, saya terus mengikuti jalan setapak yang sudah dikonsep memang untuk wisata alam, meski hanya jalan setapak dengan batu yang ditata sedemikian rupa, perjalanan dijamin nyaman dengan motor atau mobil. Dijamin tak akan bosan juga karena kanan kiri disuguhi nuansa alam sekitar yang sejuk di mata. Tak lebih 30 menit sampai di kawasan wisata ini. Nuansa alamnya sungguh luar biasa.

The Curve Camp
The Curve Camp

Lokasi yang diapit oleh Gunung Sindoro dan Sumbing ini memang istimewa. Hhmmm.. tak banyak yang harus saya ceritakan disini, cukup dari foto saja saya berbagi semua keindahan yang saya lihat di kawasan ini.

Suatu saat saya akan mencoba berkemah disini dan tunggu update cerita saya ya hehehehe…

Update ceritanya klik aja: Spesial Camping Trip di Posong

 

 

Pilihan Lokasi Landscape Candi Borobudur

Candi Brobudur
Candi Borobudur dari Bukit Menoreh Hotel Amanjiwo

Menghargi Semesta dan Melestarikan Alam Melalui Fotografi Landscape

Menjelang Hari Raya Waisak dari tahun ke tahun memang jadi pembicaraan hangat untuk kalangan fotografer. Terutama untuk menentukan dimana saja kita akan memotret setelah atau sebelum acara Waisak dimulai.

Sebenernya banyak lokasi atau spot foto yang menampilkan secara visual keindahan landscape dari Candi Borobudur ini.

Salah satunya adalah Puthuk Stumbu, lokasi ini sudah sangat umum dan menjadi tujuan utama para turis asing maupun lokal terutama yang hobi fotografi. Hamparan pemandangan alam yang memperlihatkan keindahan Gunung Merbabu dan Merapi yang dibalut cahaya keemasan saat sunrise muncul dari balik gunung tersebut,  lokasi ini memperlihatkan kemegahan Candi Borobudur dari atas jika dilihat dengan seksama. Bila beruntung, kita bisa menyaksikan layer-layer kabut tipis tersinari mentari pagi yang perlahan terbawa angin melewati Candi Borobudur ini. Sungguh pemandangan yang mengagumkan.

Candi Borobudur dari Puthuk Stumbu
Candi Borobudur dari Bukit Menoreh atas Hotel Amanjiwo

 

Untuk sekarang, setelah sekitar lebih kurang 6-7 tahun dimana fotografi mulai digemari bahkan menjamur tanpa batasan umur, lokasi Puthuk Stumbu ini menjadi spot sejuta umat oleh pehobi fotografi. Hampir semua pelaku fotografi ingin dan pernah memotret di lokasi ini. Nah disini, saya akan berbagi beberapa lokasi alternatif yang mungkin teman-teman tertarik mengunjunginya kapan saja hehe. Eh iya, bisa juga jadi lokasi alternatif melihat pesona keindahan cahaya lampion yang dinyalakan dan bertebaran di atas langit Candi Borobudur saat Waisak nanti loh, dari pada berdesak-desakan dan mengganggu khusyuknya yang lagi beribadah di Candi Borobudur hehehe.

Berikut beberapa info lokasi, baik secara umum bebas tiket murah (sekedar parkir) dan lokasi yang komersial dengan tiket cukup mahal.

Kawasan di Seputar Candi Borobudur
Kawasan di Seputar Candi Borobudur by borobudurheritagevillage.com

Lokasi Spot Foto Landscape Candi Borobudur (Umum)

1. Puthuk Stumbu

Jalur ke arah Puthuk Stumbu sebenernya mudah, dari Candi Borobudur ambil arah kiri ke Hotel Manohara, sekitar 300 meter belok ke gapura kanan jalan, dari sini lurus saja mengikuti petunjuk yang sudah dipadang walau agak tidak kelihatan. Karena harus melewati perempatan memang kadang bisa membuat nyasar. Tipsnya selain pakai aplikasi gps, tanya warga sekitar, atau menggunakan jasa guide yang 24 jam nongkrong di ATM Mandiri atau Warung Kucingan di depan Candi Borobudur. Di lokasi ini saya sarankan menggunakan tele lens minimal 200mm.

2. Sawah di Pinggir Candi Borobudur

Lokasi ini cukup dekat dengan Candi Borobudur, sekitar 500 meter arah Puthuk Stumbu dari Candi Borobudur.

3. Desa Wisata Karanganyar, Sunrise

Tepatnya di sekitar Dusun Klipoh, daerah Pusat Pengrajin Gerabah 5-6 KM dari Kawasan Candi Borobudur. Nah untuk kesini arahnya dari Hotel Manohara lurus saja naik terus mengikuti jalan tersebut, nanti akan ketemu dengan SD di kiri jalan (saya lupa nama SDnya, nanti saya update ya hihihi) Nah, dari SD langsung belok kanan masuk gang, lurus saja sekitar 3 KM nanti akan sampai di perempatan Gunden Desa Karanganyar langsung ambil kanan. Jalan perlahan sekitar 50-100 meter sambil melihat ke arah kanan, akan tampak view Candi Borobudur dengan posisi searah pandangan mata. Untuk lokasi ini saya sarankan untuk menggunakan tele lens minimal 200mm. Dan jika kita lurus sekitar 500 meter, di sanalah letak Pengrajin Grabah. Bisa jadi obyek foto menarik juga.

4. Jalur menuju Desa Wisata Karanganyar

Tempat ini sebenarnya di pinggir jalan saat kita akan menuju Dusuh Klipoh lokasi Pengrajin Gerabah, yah sekitar tengah-tengah perjalanan lah, sering-sering saja melihat ke arah kanan belakang, nanti akan menemukan pemandangan Candi Borobudur tersebut, lokasi tepatnya adalah di kiri jalan ada bengkel motor kecil. Tinggal parkir di sana dan sedikit turun ke sawah hehe. Dari sini saya sarankan memakai tele lens minimal 200mm.

5. Bukit Menoreh

Lokasi ini cukup jauh, dan bisa saya bilang ini adalah jalan mentok dan paling mudah rutenya. Dari Hotel Manohara lurus saja mengikuti jalan sekitar 7 KM, setelah jalan mulai menyempit, dikanan jalan ada mushola. Lurus saja naik dan sampai jalan aspal ini habis. Langsung saja parkir di kiri jalan ada sebuah lapangan kecil, kemudian jalan kaki naik sekitar 500 meter saja nanti akan bertemu gardu pandang untuk melihat pemandangan Candi Borobudur ini dari atas. Disini saya juga menyarankan untuk menggunakan tele lens minimal 200mm.

6. Rumdin DPU

Nah, lokasi ini kita lewati sebelum sampai ke Bukit Menoreh atasnya Hotel Amanjiwo. Dan saat Waisak, Rumdin DPU yang sudah tidak lagi menjadi perkantoran ini biasa disewa oleh rombongan walubi untuk menginap, dan menerima umum dengan tarif per kamar 250 ribu semalam.

7. Pos Mati

Pos Mati berada di sebuah puncak bukit di Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, di tempat yang dahulu digunakan oleh pasukan Pangeran Diponegoro sebagai pos pengintaian saat berlangsungnya Perang Jawa (1925 – 1930). Peninggalan sang pangeran saat ini juga masih ada selain Pos Mati, yaitu berupa Balai Kambang dan Sendang Suruh.

Lokasinya berada di ujung selatan Kecamatan Borobudur, sekitar 5 km ke arah Barat Daya dari Candi Borobudur. Untuk menuju lokasi, pejalan bisa naik ojek dari Terminal atau Pasar Borobudur. Kendaraan pribadi bisa menggunakan rute Desa Tunjungsari – Desa Karanganyar, lalu belok kiri di perempatan Gunden Desa Karanganyar atau perempatan yang sama dengan lokasi Pengrajin Gerabah di atas.

8. Phutuk Sukmojoyo

Phuntuk sukmojoyo merupakan bukit yang berada di jajaran perbukita menoreh, letaknya berada di belakang candi borobudur. Berada tepat setelah Pos mati dan Punthuk setumbu yang terkenal dengan keindahan Sunset dan sunrise dengan pemandangan alam dan candi borobudurnya. Untuk ke Puntuk sukmojoyo anda cukup, pergi ke arah candi borobudur, lokasinya berada pada 5-6 km selatan candi borobudur

Lokasinya berada di ujung selatan Kecamatan Borobudur, sekitar 5 km ke arah Barat Daya dari Candi Borobudur. Rutenya masih sama ke arah Desa Karanganyar, lalu belok kiri di perempatan Gunden, Desa Karanganyar atau perempatan yang sama dengan lokasi Pengrajin Gerabah di atas.

9. Puncak Suroloyo

Puncak tertinggi di Pegunungan Menoreh pada bagian utara. Puncak Suroloyo ini terletak di Keceme, desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, 45 km dari Yogyakarta. Yang sesungguhnya berada pada perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, untuk mencapai puncak suroloyo ada 2 rute yang bisa dilewati untuk menuju suroloyo, yaitu dari jogjakarta- Godean-Kenteng-Naggulan-Dekso-Samigaluh-Suroloyo, selain itu juga bisa melewati Jogjakarta-Minggir-Dekso-Boro-Kalibawang-Sidoharjo-Suroloyo, kedua rute tersebut membutuhkan waktu 1,5jam hingga 2 jam untuk sampai ke suroloyo.  Untuk rute pertama, kodisi jalan agak buruk, berkelok dan tanjakannya cukup tinggi. Rute kedua dengan kondisi jalan lumayan bagus, aspalnya tidak banyak yang rusak, namun masih dengan tanjakan dan turunan yang ekstrim. Disini saya juga menyarankan untuk menggunakan tele lens minimal 200mm.

Pemandangan Lampion Waisak dari jalur menuju Desa Pengrajin Gerabah
Pemandangan Lampion Waisak dari jalur menuju Desa Pengrajin Gerabah

Lokasi Spot Foto Landscape Candi Borobudur (Komersil)

1. Borobudur Sunrise-Sunset (tiket via Hotel Manohara)
2. Center Sunset Siluet Stupa Borobudur (taman sekitar Hotel Manohara)
3. Bukit Dagi (Tiket via Manohara)
4. Borobudur Sunrise, Plataran (tiket via Hotel Plataran)
5. Borobodur Sunrise, Amanjiwo (tiket via Hotel Amanjiwo)

Nah, itulah beberapa lokasi landscape Candi Borobudur baik untuk berwisata menikmati kehangatan sunrise ataupun menjadi lokasi foto landscape favorit yang saya ketahui. Sebenernya masih ada satu lokasi lagi yang ditemukan, dan dipublish secara umum, nanti kalau saya sudah mendapat akses itu akan saya bagi lagi di sini hehehe…

Candi Borobudur dari Persawahan menuju Desa Pengrajin Gerabah
Candi Borobudur dari Persawahan menuju Desa Pengrajin Gerabah

 

Silahkan tentukan lokasi yang menurut kalian cukup oke, baik dari segi waktu, jarak dan tentu saja biaya. Lokasi komersil yang rata-rata aksesnya melalui hotel-hotel tersebut tarifnya bermacam-macam tergantung musim kunjungan, liburan, wekkend atau anda justru bertemu calo yang kurang bersahabat dalam menawarkan harga hehe. Sedikit informasi yang saya dapat, untuk ke lokasi-lokasi tersebut biayanya sekitar 150 ribu – 300 ribu (tanpa menginap). Nah kalau menginap di hotel-hotel tersebut pasti ada diskon atau bahkan sudah include satu paket biaya menginap serta sunrise-sunsetnya.

Landscape Merapi-Merbabu dari Puthuk Stumbu
Landscape Merapi-Merbabu dari Puthuk Stumbu

 

Oh iya, sekalian ada sedikit himbauan nih…, khususnya kepada rekan-rekan pecinta fotografi di seluruh nusantara yang ingin mengabadikan momen-momen di Perayaan Waisak dan tentu saja perayaan hari raya umat beragama lainnya. Mohon agar bisa mengendalikan diri, menghargai dan menjaga etika di lokasi agar tercipta kekhusyukan ibadah semua umat beragama sekaligus membangun citra baik fotografi Indonesia di mata dunia dan tentunya .

Jagalah alam dan bawalah diri kita sebaik niat kita dalam mengabadikan sebuah momen. Dan buanglah etika buruk kita agar dipertemukannya kita terhadap cara-cara menghargai alam dan kehidupan sekitar.  Tanpa merusak atau mengubah apapun yang semestinya.

Candi Borobudur dari Puthuk Stumbu
Candi Borobudur dari Puthuk Stumbu

*Semua informasi akan selalu saya update setelah saya kembali menelusuri lagi tempat-tempat terkini di Kawasan Seputar Candi Borobudur.

 

______________________________________________

dieng 2d1n   dieng 1dt

 

Berburu Keindahan Milky Way

Milky Way
Milky Way

Keindahan Milky Way atau Galaksi Bima Sakti

Milky Way atau Galaksi Bima Sakti adalah pusat galaksi yang ada di sekitar rasi Sagitarius. Posisinya cukup mudah dicari dengan aplikasi android Sky Map atau dilihat dengan mata telanjang jika langit cerah dan disekitar kita cukup gelap tanpa ada polusi cahaya.

Berburu keindahan Milky Way ini merupakan hal menarik, terutama dalam fotografi. Saya beberapa kali gagal bertemu dengan galaxy yang cukup menjadi incaran rekan-rekan pehobi fotografi.

Milky Way
Milky Way

 

Saya berburu mulai dari lokasi terdekat dengan rumah saya di Ungaran, tepatnya bukit di belakang rumah saya tapi cukup sekali sajalah kalau sendirian ke sana, horor bro wekekeke.

Kemudian beberapa waktu lalu bersama temen-temen GPI Semarang ke sebuah lokasi wisata Kampung Rawa di Ambarawa, trus lokasi foto sejuta umat di kampung nelayan Semurup, Ambarawa juga. Pernah juga ngecamp di Candi Gedong Songo kemudian berlanjut sendirian bergabung di hunting persami komunitas foto temanggung (koforte). Dan kemarin saya refreshing nglayap semalaman di sekitar Candi Borobudur namun hujan deras dan kabut tebal justru menemani saya sampai pagi.

Milky Way
Flower and Milky Way

 

dieng 1dtDari beberapa perjalanan tersebut,  belum sekalipun bertemu milky way yang memukau mata saya. Banyak faktor selain cuaca hujan atau sekedar mendung awet, lokasi dengan polusi cahaya masih banyak, jatah libur yang habis, ada ajakan hunting namun waktu tidak tepat, bahkan kamera pernah rewel dua bulan membuat saya tidak berkutik saat itu wekekeke.

Akhirnya saya bersama seorang teman hunting terdampar kembali di sebuah dataran tinggi Desa Tlogopucung, Kandangan, Temanggung. Desa yang terdapat Embung Eksotis ini terletak pada ketinggian 1000 m dpl di atas permukaan laut. Jadi cukup oke untuk melihat Milky Way., kalau dulu gagal karena hujan dan awan hitam, sekarang walau sorenya hujan lebat dan bikin saya sedikit gemes, akhirnya disela-sela gerimis sunset pun terlihat hingga malam harinya boleh saya bilang Amazing World.

Sunset Tlogopucang
Sunset Tlogopucang

 

Di sana kami bertemu dengan Pak Ida, salah satu guru yang mengajar di SD Negeri 1 Tlogopucang. Beliau sangat ramah dan bisa dibilang juga hobi membatik kain dan sudah lumayan juga ordernya hehe. Karena kami bermalam di salah satu ruang kelas maka dengan Pak Ida inilah kami mendapatkan akses ijin tersebut, alhamdulilah nambah silahturahmi lagi.

——–

dieng 2d1n    Malam sudah datang, makan malam sederhana siap disantap sambil menunggu suasana yang masih gerimis dan langit masih tertutup. Ditemani kopi dan berbagai camilan sambil ngobrol seputar fotografi hujan masih belum berhenti sampai hampir tengah malam dan kami pun istirahat sejenak di ruang kelas.

Sekitar pukul 01.00 wib saya terbangun dan keluar menengok langit, wahh cerah sekali dan hamparan bintang terlihat tak terhingga. Dan, saatnya menyiksa kamera sampai pagi hehehe…

Bertempat di kegelapan tanpa polusi cahaya sama sekali, sepanjang pemandangan kota di bawah Gunung Sindoro-Sumbing terlihat indah. Begitu juga dengan hamparan bintang dan milky way di atasnya. Benar-benar penampakan Milky Way yang jelas jika dilihat dari posisi yang tepat. Tampak membelah bumi ketika saya melihatnya dengan posisi tidur, meski lensa saya yang hanya 15 mm tidak bisa merekam keseluruhan namun, pengalaman pandangan mata melihat Milky Way di lokasi yang tepat ini memang sangat indah.

Milky Way Sindoro Sumbing Prau
Milky Way di atas Gunung Sindoro Sumbing Prau

 

Hmmm…, begitulah sedikit pengalaman saya berburu Milky Way ini, dan memang salah satu lokasi di dataran tinggi Temanggung ini cukup menarik bagi fotografer landscape, selain pemandangan gunung sindoro-sumbing-prau, ada juga embung atau tempat air buatan untuk mengairi lahan tanam sekitar persawahan yang cukup menawan.

Next, saya akan kembali ke lokasi-lokasi yang cukup oke untuk melihat Mliky Way dan pastinya akan berbagi ke semua via blog ini…

See you all… 😉

#SalamOtw

Milky Way Sindoro Sumbing dari Tlogo Pucang, Temanggung, Jawa Tengah
Milky Way Sindoro Sumbing dari Tlogo Pucang, Temanggung, Jawa Tengah

 

Spesial Camping Trip Wisata Alam Posong

Foto Bersama KFS Camping #PhotoTrip Posong
Foto Bersama KFS Camping #PhotoTrip Posong

 

Ahayyy… akhirnya terlaksana juga camping trip yang sudah saya rencanakan xixixixi…. :p

Bersama KFS (Komunitas Fotografer Semarang) saya kembali ke Wisata Alam Posong, Temanggung. Kali ini saya menyuguhkan konsep trip yang didukung pengelola Posong. Adalah Camping with Photo Trip, jadi tak hanya menikmati wisatanya tapi juga khusus mengabadikan keindahan alam sekitar karena kebetulan saya juga hoby fotografi.

Perjalanan bermula ketika rombongan KFS yang berangkat dari Semarang, dan saya menunggu di Rest Area Kledung Pass dengan cuaca mendung yang kurang mendukung. Dan sekitar pukul 5 sore rombongan tiba, ISOMA (istirahat, sholat dan makan) sebentar trus ke Posong.

Bunga Tembakau Lereng Sindoro, Temanggung
Bunga Tembakau Lereng Sindoro, Temanggung

Tak lama kita semua sampai di Pos Posong untuk registrasi dan kemudian berjalan ke atas menuju lokasi camping. Alhamdulilah kita diberi cuaca yang cukup bagus malam itu, bagi yang naik mobil cukup beruntung karena selama perjalanan naik menuju lokasi tersebut dijamin ngowoh melihat hamparan pemandangan bintang di langit dan pemandangan kota Temanggung dari atas.

Akhirnya sampai di lokasi camping posong, semua berkumpul dan breafing sejenak untuk segala kelengkapan informasi camping foto trip kali ini. Semua sudah saya siapkan sih karena kebetulan saya kenal baik dengan pengelola wisata ini hehe.

Milki Way
Milki Way

Malam yang sangat indah dan saya rasa ini keberuntungan bagi rombongan saya. Walau sorenya mendung pekat dan was-was kalau hujan, ternyata justru amazing.

Tak lama setelah breafing, semua menyiapkan kamera untuk agenda hunting pertama memotret Milki Way, karena langit saat itu memang menawarkan keindahannya untuk kita abadikan.

Kembang Api di Posong
Kembang Api di Posong

Hunting malam itu cukup seru karena lokasi memang sudah saya setting sedemikian rupa dari lighting pendukung, lampion hingga sedikit kembang api. Hal ini karena saya maksimalkan karena saya juga kebetulan hobi foto maka segala sesuatunya saya ingin sesuaikan dengan imajinasi fotogafi saya.

Seru Bersama Menyalakan Lampion
Seru Bersama Menyalakan Lampion

Setelah hunting nightshoot rombongan saya ajak menikmati wisata campingnya yang pasti tak lepas dari ritual api unggun hehehe. Sebuah malam bernuansa dingin udara pegunungan ini sungguh indah terbalut kebersamaan canda tawa. Dengan konsep makan malam di bawah sinar rembulan serta sedikit pencahayaan dari obor dan musik dari pangeran bergitar membuat semua termanjakan sempurna.

Keindahan Suasana Posong saat Malam Hari
Keindahan Suasana Posong saat Malam Hari

Bahkan teman trip saya berkomentar, “Harusnya kamu bikin konsep ini untuk yang berpasangan pasti seru fian, semua romantis, lokasi gazebo didukung lampion, api unggun, obor, kembang api, semua dengan atap langit yang penuh bintang dan rembulan.” ucapnya sambil menikmati suasana malam itu. Sambil tersenyum saya menjawab, Ada kok spesial trip untuk beberapa pasangan resmi, kapan-kapan klu ada temen yang berminat kontak saya saja gpp hehehe.. 😀

Malam Kebersamaan Penuh Canda tawa
Malam Kebersamaan Penuh Canda tawa

Hingga akhirnya semua terlelap oleh canda tawa dan dinginnya malam di tenda masing-masing yang lengkap dengan penerangan, kasur, selimut dan bantal yang memang fasilitas trip ini, jadi kita ke sini tanpa harus membawa barang berat seperti tenda dll karena sudah tersedia semua. Dan saya sendiri tidak tidur karena tetap semangat motret sampai mentari menyambut hangat menyempurnakan malam spesial itu.

The Curve Lines Night, Lokasi Camping di Posong
The Curve Lines Night, Lokasi Camping di Posong

—–

Sekitar pukul 5.30 pagi semua bangun dan langsung disajikan landscape sunrise yang luar biasa dari tenda masing-masing. Lagi-lagi kita beruntung diberikan cuaca yang cerah.

Suguhan pemandangan Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran dan Gunung Muria terlihat dari kejauhan. Dengan latar belakang kita adalah Gunung Sindoro yang nampak jelas dan gagah, sebagai lereng dimana tempat letak obyek wisata alam ini. Nuansa biru langit dan hijaunya landscape tanaman tembakau membuat semua tampak luar biasa. Untuk foto bersama tak kelihatan klau ini di Indonesia xixixi.. :p

Sarapan di Posong
Sarapan di Posong
Sarapan di Posong
Sarapan di Posong
Sarapan di Posong
Sarapan di Posong
Sarapan di Posong
Sarapan di Posong

Seperti makan malam, sarapan pagi pun saya siapkan sempurna untuk memanjakan rombongan saya. Beberapa lokasi memang saya kondisikan closed khusus tamu saya, biar kelihatan keren dan mahal tentunya xixixixi.

Hmmmm.. cukup puas dan ingin sekali saya membuat trip seperti itu lagi, tak hanya di Posong tpi di lokasi alam yang cukup mendukung kenapa tidak, ayok siapa mau join xixixi.

Selamat Pagi dari Posong
Selamat Pagi dari Posong
Bersama Menikmati Keindahan Alam Posong
Bersama Menikmati Keindahan Alam Posong

——-

Nah, kalau mau paket Spesial Camping di area Wisata Posong ini bisa menghubungi Zunianto 0813-9297-3130. Bisa jadi buat anda yang kurang piknik dan  penat rutinitas pekerjaan dalam hiruk pikuknya suasana perkotaan, ada kalanya suasana alam adalah penawar yang tepat. Untuk konsep spesial ini minimal peserta 15 orang. Jadi kalau kalian punya komunitas, perkumpulan atau grup kecil bisa saya buatkan trip spesial ini. Tentunya makin banyak peserta makin murah biayanya, tapi khusus trip ini saya batasi cukup 25 peserta saja demi spesialnya malam di Posong hehe.

Tak hanya itu, kami juga menyediakan paket outbound lengkap dengan segala Fun Game dan High Rope Game dengan minimal 25 peserta.

Happy New Year 2015 Perayaan malam tahun baru di kawasan wisata alam posong.
Happy New Year 2015
Perayaan malam tahun baru di kawasan wisata alam posong.

Kejutan di Setiap Hunting Foto Landscape

Sindoro-Sumbing Mountain
Sindoro-Sumbing Mountain

Pesona Embung Tlogo Pucang

Embung, iya embung, bukan diambung (baca: dicium ; dari bahasa jawa) begitulah warga sekitar menyebut  tempat air buatan untuk mengairi lahan tanam sekitar persawahan, mirip danau kecil sih sebenernya. Saat ini embung ini  sudah menampung air hujan setinggi 3-4 meter sesuai desain awal dibangun 2011, karena air tampungan ini diharapkan bisa memenuhi  kebutuhan lahan tani seluas 20 hektar. Dan info yang saya dapat, proyek ini dilaksanakan oleh Yayasan Obor Tani Semarang serta masyarakat Tlogopucang yang dibantu oleh Bank Jateng dan menelan biaya sekitar 1,2 Miliar.

dieng 2d1nKeberadaan embung ini sedikit mengusik insting fotografi saya. Berawal dari postingan agenda hunting di grup facebook fotografi KOFORTE yang kebetulan ada beberapa teman saya juga di sana. Awalnya kurang tertarik karena ajakannya memotret milky way / galaksi bima sakti sedangkan cuacanya kok rasanya kurang mendukung dan saya kayaknya belum tentu pas libur kerja. Nah sambil sedikit memantau akhirnya dapat info secara geografis bahwa daerah tersebut ada danau buatan atau penampung air besar yang disebut embung ini sekaligus pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Prau.

Saat itu saya berfikir bahwa hal ini cukup menarik, setidaknya info lokasi baru buat saya daripada galaksi bima saktinya (milky way) walau saya sampai saat ini belum mendapatkan foto milky way yang cukup cantik. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut hunting koforte.

Hujan yang cukup deras tiba-tiba mengguyur mencoba menghadang perjalanan kali ini. Sepanjang rute yang saya lewati yaitu Ungaran – Bandungan – Sumowono – Kaloran – Temanggung diguyur hujan yang sangat lebat. Hingga akhirnya saya bertemu rekan-rekan koforte di Temanggung dan melanjutkan perjalanan menuju lokasi Embung tepatnya di Desa Tlogopucang Kec. Kandangan – Temanggung.

Sekitar pukul 18.00 wib rombongan tiba di halaman SDN 1 Tlogopucang. Di sinilah kami menginap dan menanti gugusan bintang milky way, tapi cuaca saat itu kurang mendukung. Hujan lebat masih belum reda yang akhirnya rombongan langsung menyantap makan malam sederhana namun luwar biyasa kebersamaannya ditemani menu pete bakar, ikan nila goreng dari kang benk-benk serta ublekan bumbu super dari tangan dik Keke yang cukup seru, mahasiswi Undip yang selalu tabah dan keep fun dibuly karena peserta cewek sendiri dan tangan kekar tetua rombongan koforte pakdhe Khamin.

Persami
Persami

Tak terasa hampir sepertiga malam langit masih belum menampakkan keindahannya, rombongan hanya bisa menanti cuaca membaik dengan main kartu, catur dan beberapa menyalakan api unggun sambil kurang kerjaan jalan memutari embung yang luasanya ratusan meter ini. Tapi cukup seru dan suasananya jadi bukan seperti hunting foto melainkan PERSAMI (Perkemahan Sabtu Malam Minggu) yang tidak sengaja atau sengaja sesuai nama huntingnya PERSAMI, hingga saya berfikir, ahhhh ini hanya alibi mereka saja, asline cen kemah kok iki, dudu hunting foto hahaha… begitu juga kata pakdhe Khamin.

Akhirnya saya tertidur hingga pukul 06.00 pagi, saat terbangun dan menengok jendela langit pun masih berawan hitam. Ah mau tidur lagi tapi kok rekan-rekan kayaknya sudah pada packing. Saya keluar ruangan dan melihat ada pelangi. Tanpa ba-bi-bu tanpo raup opo meneh adus, langsung saja memotret tanpa ampun…

Alhamdulilah, dapat bonus kejutan pelangi, salah satu kejutan alam yang selalu didapat setiap kali hunting landscape, adaaa saja kejutannya entah itu cuaca, perubahan lokasi dan yang paling cocok adalah kejutan kulinernya hihihi… Jadi berangkat hunting foto jangan kuatirkan cuaca kalau memang tidak ekstrem. Dan yang pasti moment tak mungkin terulang dan tergantikan…

The Rainbow Sindoro-Sumbing Mountain
The Rainbow Sindoro-Sumbing Mountain

Yah begitulah…, tapi memang cukup menarik lokasinya, selain mendapatkan panorama pengunungan bonus refleksi dari air embung ini, para pecinta landscape pasti menjadikan favorit place atau bahkan hidden spot karena eman-eman jika diberitahukan ke yang lain (ngomong wae pelit wekekeke).

Tidak usah khawatir hasil foto landscapemu banyak yang meniru, karena tidak ada foto landscape yang sama persis 100% di lokasi yang sama bahkan dari sudut pengambilan yang sama sekalipun. Maka berbagilah info lokasi foto yang menarik sesama pecinta landscape, karena apa yang sebenarnya kau sembunyikan itu bukanlah apa-apa kecuali secuil ego.

Selain landscape pastinya banyak human interest karena di daerah pertanian, milkyway, sunset, atau bisa saja bermain steel wool juga pasti ciamik, cukup oke untuk sedikit-sedikit melengkapi dan menghiasi gallery foto baik cetak maupun online atau mungkin stok lomba foto juga boleh.

dieng 1dtTerima kasih buat rekan-rekan koforte terutama buat mas Talifun sebagai tuan rumah di Desa Tlogo Pucang ini yang juga menunjukkan jalan tembus saya pulang ke Ungaran membelah hutan dan perkampungan kecil hingga akhirnya saya sampai rumah hanya menempuh waktu 1,5 Jam itu pun mampir dulu buat beli oleh-oleh susu kedelai dan tahu Bandungan untuk istri yang selalu mensuport kegiatan fotografi saya walau rada piye ngono nek pas wayae suamine lagi nglayap lali omah wekekekeke…

Buat temen-temen yang mau kesini jangan lupa hargai alam dan kehidupan sekitar. Minimal buanglah sampah pada tempatnya.

See you, koforte… and See you again Embung Tlogo Pucang  sekalian menengok ke Embung di daerah Kledung Pas, Temanggung arah Wonosobo yang menurut desas-desus juga mempunyai keindahan dan refleksi yang tak kalah dari Tlogo Pucang.

Salam #Mbolang