FOTOGRAFI DASAR: Komposisi Diagonal, Vertikal, Horisontal

295852_10151163616709075_293287733_n

#TIPS #KOMPOSISI #FOTO

Bagi yang suka maen komposisi, temen-temen bisa menjadikan ornamen sekitar sebagai panduan pengambilan dari sudut vertikal-horisontal untuk mendapatkan komposisi dan angle yang berbeda. Misalnya foto ini. Saya menjadikan ornamen jembatan sebagai panduannya. Dari pada bawa penggaris dari rumah hehe..

Untuk mendapatkan komposisi sebuah foto, kita jangan membersulit diri atau bingung apa yang akan anda foto, cukup tenang sejenak sebelum memotret, perhatikan sekitar sedetik dua detik, kemudian memotretlah.

Semoga bermanfaat tips singkat fotografi dari saya.

-salam-

FOTOGRAFI DASAR: Framing Foto

57241_10151163618334075_1623426902_o

#TIPS #Framing #FOTO
Bagi yang suka nge-frame, kita bisa memanfaatkan pola yang ada pada sekitar objek. Misal pola bulat, persegi, bisa dari siluet foreground, atau apa aja sesuai imajinasi anda.

Bikin bentuk frame sendiri juga boleh, dan bisa anda bawa ketika hunting atau foto konsep.

Untuk mendapatkan komposisi sebuah foto, kita jangan mempersulit diri atau bingung apa yang akan anda foto, cukup tenang sejenak sebelum memotret, perhatikan sekitar sedetik dua detik, kemudian memotretlah.

Semoga bermanfaat tips singkat fotografi dari saya.

-salam-

FOTOGRAFI DASAR: Komposisi Ruang Kosong

tips fotografi dasar

#TIPS #KOMPOSISI #RUANGKOSONG

Perhatikan elemen pada objek, apakah perlu sebuah objek diluar fokus itu masuk dalam frame? Jika memang perlu pikirkanlah seberaba banyak masuk dalam frame. Misalnya anda memang menyediakan ruang kosong untuk space mata agar enak dilihat atau untuk memberikan teks sebagai naskah daripada gambar yang dimaksut. Saran saya usahakan objek menghadap ke ruang kosong.

Untuk mendapatkan komposisi sebuah foto, kita jangan membersulit diri atau bingung apa yang akan anda foto, cukup tenang sejenak sebelum memotret, perhatikan sekitar sedetik dua detik, kemudian memotretlah.

Semoga bermanfaat tips singkat fotografi dari saya.

-salam-

 

GPI: Gallery Photography Indonesia

gpi sahSekitar bulan Februari 2013 saya bergabung di GPI (Gallery Photography Indonesia). Dan baru mendapatkan beberapa apresiasi frame gpi. Menurut saya GPI yang dipelopori Jeffry Surianto ini sangat bagus sebagai wadah pehobi maupun profesional fotografer. Karena ada edukasi peningkatan prestasi yang secara langsung dan tidak langsung diberikan dan diperoleh para anggotanya.

Untuk naik prestasi pun tidak semudah yang kita bayangkan, karena kita harus bersaing dengan ribuan fotografer. Bahkan kalau tidak memenuhi syarat bisa turun level lagi. Beberapa tingkatan apresiasi prestasi disini antara lain adalah: GPI Reguler, GPI Titanium, dan GPI Super Titanium. Jika sudah melewati tingkatan tersebut dipastikan secara otomatis anda telah sukses menjadi fotografer profesional baik secara teknik, kepribadian, dan jam terbang.

Dan jika berprestasi besar kemungkinan foto kita akan dipamerkan di ajang pameran foto dunia. Seperti rekan kita fotografer asal Bondowoso Sugeng Sutanto yang juga pendiri KFB (Komunitas Fotografer Bondowoso).

Sejak GPI didirikan 10 Januari 2009 dan kemudian galeri online dibuka 11 Juni 2011 , kini GPI sudah mengantongi sertifikat badan hukum hingga menjadi Yayasan Gallery Photography yang disahkan oleh notaris Yudha Setyagraha Tediyanto, SH., MM., M., Kn.  pada tanggal 1 April 2013.

Selamat untuk GPI, semoga dengan dukungan badan hukum yang sah ini bisa tambah sukses selalu untuk para member dan para pengurusnya dalam memajukan dunia fotografi indonesia.

 

521915_10151385727012799_1648998749_n

Motret Kok Bayar Sih

picture by diebhul
Motret Aja Kok Harus Bayar by Arbain Rambey

Isu yang menggelitik namun menarik bagi para pecinta fotografi terutama pehobi. Motret aja kok bayar sih, demikian ulasan tentang fenomena fotografi yang diangkat oleh senior fotografi Arbain Rambey di Media Bisnis Indonesia edisi Media Cetak Bisnis Indonesia 16/03/13 yang lalu.

Dahulu fotografi bisa dibilang merupakan sesuatu hal yang mewah, karena orang yang mau foto atau ke studio foto hanyalah kalangan berduit saja. Dan memang benar-benar membutuhkan untuk difoto, bukan membutuhkan foto.

Sekitar awal era digital 2003-2005, mulailah dunia fotografi digital diminati. Bahkan sudah banyak masyarakat umum tanpa batasan umur sudah mempunyai sebuah kamera, baik kamera ponsel, kamera saku maupun kamera dslr.

Jangankan tempat publik, berkembangnya dunia fotografi khususnya makin banyaknya hunting bersama membuat beberapa lingkungan masyarakat  yang menjadi tujuan hunting beberapa kadang merasa aneh,  risih atau mempunyai rasa was-was karena menjadi sebuah objek foto. Hingga akhirnya sekarang ini banyak yang mempunyai tarif mendadak, bukan hanya di tempat publik saja bahkan orang sekitar pun meminta bayaran karena merasa sudah menjadi objek foto.

Saya fikir hal ini terjadi karena komunikasi yang sering tidak terjalin dengan baik ketika seseorang memotret atau ketika hunting foto. Tanpa menjelaskan tujuan kita mengambil gambar sudah pasti mereka akan merasa risih jika menjadi objek foto tanpa basa basi (kecuali candid, karena si objek biasanya tidak mengetahui kalau sedang difoto). Beberapa teman terbiasa memberikan fee atau sekedar uang rokok setelah memotret. Bahkan ada yang memang untuk mengikuti sebuah lomba foto, temen-temen terlalu baik memberikan fee lebih.

Hal ini akhirnya menjadi omongan publik sana-kemari katak kata orang jawa gethuk-tular, merambah kemana-mana, menular karena banyak yang ngomongin . Akhirnya secara tidak langsung tarif-tarif ini bermunculan seiring waktu. Imbasnya adalah kepada temen-temen yang sedang ingin belajar fotografi dengan baik. Belum apa-apa saat memotret sudah dipalakin oknum, pengalaman saya sih biasanya sama keamanan setempat, satpam.

Memang sekarang sudah banyak orang dan tempat yang menjadi objek foto ini mempunyai tarif berdasar info kabar burung alias omongan orang. Sudah hampir semua public area sekarang berbayar. Bahkan saya pernah ditodong uang keamanan saat memotret prewed di jalan raya, jalan umum yang saat itu banyak sekali orang berkendara dan berjalan kaki.

Di beberapa tempat terutama restoran yang awalnya ikut-ikutan bermain tarif ini sudah memahami, bahkan ada yang berbaik hati agar tempatnya dijadikan lokasi pemotretan. Selain menarik pengunjung juga secara tidak langsung fotografer dan model akan membeli makanan yang ada. Tetapi ada juga restoran yang hanya memberikan tarif foto jika tempatnya dijadikan lokasi pemotretan. Padahal tanpa memberi tarif pun kita para pehobi/profesional foto secara tidak langsung memberikan efek promosi yang lumayan mengundang masa untuk meramaikan tempat tersebut.

Memotret alam / rumah tua pun sekarang bayar. Alih-alih untuk perawatan dan pemeliharaan. Halahhhh banget deh, terlihat taman rumput dan tanamannya banyak yang kurang terawat termasuk bangunanya. Bilang aja untuk perawatan diri sendiri buat ke salon ben wangi rapi wekekekeke….

 

Memilih videografer-fotografer wedding

Fiandigital Images sedang memberikan materi pada Seminar Wedding Fotografi di Semarang

Pernikahan adalah momen hidup yang memang sangat berkesan bagi hampir masyarakat di seluruh penjuru dunia. Untuk mendokumentasinya pun, era sekarang sangat mudah menemukan jasa dokumentasi baik foto maupun video. Namun apakah anda yakin menemukan yang tepat?

Banyak pengalaman menceritakan tidak semua hasil dokumentasi memuaskan. Banyak hal memang, bisa dari rias, pengambilan gambar, atau proses editing desain layout pada album cetaknya, dan yang paling banyak adalah momen penting dalam proses pernikahan yang tidak terdokumentasi dengan baik atau bahkan ketinggalan tidak terdokumentasi.

Perkembangan teknologi digital kamera sekarang memang memunculkan persaingan harga dan produk dari beberapa produsen kamera. Selain murah, era fotografi digital cenderung lebih mudah dipelajari daripada jaman fotografi manual. Hal ini membuat  jasa dokumentasi pernikahan baru semakin banyak dan mudah ditemukan di sekitar kita.

Mahal bukan berarti terbaik, murah juga bukan berarti sembarangan.Relatif memang, tapi coba lihat nilai sewa jasa dekorasi, lokasi resepsi, dan katering yang semua itu hanya bisa dinikmati paling lama 2-3 jam saja pun pasti anda tidak mau sembarangan. Apalagi dokumentasi, adalah hal penting yang masih mungkin anda lihat hasilnya puluhan tahun ke depan.

Maka sebagai klien, harus mempunyai pilihan dan keputusan tepat dalam menentukan jasa dokumentasi yang akan dipakai. Memilih jasa dengan pertimbangan jam terbang akan lebih menguntungkan. Karena sebagai jasa yang berpengalaman, sudah pasti memahami bagaimana dan apa saja yang harus dikerjakan dalam mendokumentasi sebuah wedding.

Harga memang relatif. Selain menyesuaikan anggaran, mintalah contoh beberapa hasil album foto sebagai bahan pertimbangan.

Tidak usah khawatir akan salah memilih, karena fotografer yang profesional akan selalu memberikan gambaran, solusi hingga service terbaiknya untuk anda.

Foto bersama peserta workshop fotografi wedding bersama digimage dan fiandigital image, semarang.
Foto bersama peserta workshop fotografi wedding bersama digimage dan fiandigital image, semarang.

 

____________________

Pesan Sekarang